Views

Bogor EduCARE road to Istana Bogor

Memperingati HUT Bogor ke-533 Bogor EduCARE berkesempatan mengunjungi Istana Bogor pada Hari Rabu, 27 Mei 2015

Panitia Penerimaan Angkatan 19

Tes Gelombang 1 pada tanggal 23 Mei 2015

Alun-alun Suryakencana

Perjalanan penuh warna ini adalah pendakian ketiga saya setelah sebelumnya dibulan Juli 2013 dan dibulan Desember 2014 saya mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango dan kali ini saya bersama rekan seperjuangan dikampus kesayangan mendaki Gunung Gede untuk kedua kalinya.

Air Terjun Pelangi (Cimahi)

Air Terjun Cimahi ini, memiliki ketinggian sekitar 87 meter, merupakan salah satu air terjun yang tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya. Air Terjun ini berada di ketinggian 1050 meter dpl dengan suhu di kawasan ini berkisar 18-22 derajat Celsius. Brrrrrrr.. #GreatExperience

2 Generous Family

Tanpa terasa kita semua sudah menginjak fase selanjutnya. Semoga kita semua dapat menjadi insan yang lebi baik lagi dikelas selanjutnya. Aamiin.

Minggu, 27 Juli 2014

PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN SASTRA INDONESIA


Selamat Pagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam, tergantung kapan kalian membaca naskah Pidato Kenegaraan saya yang Pertama ini sebagai Presiden Sastra Indonesia ini.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Sejahtera bagi kita semua.

Pertama-tama yang sangat saya sayangi Mama, Papa, 3 Kakak saya, 3 Adik saya, 3 Keponakan saya, dan seluruh keluarga besar saya.

Yang saya hormati dan banggakan para BLOGGERS, ONLINERS, FACEBOOKERS, UPDATERS, dan semua Golongan dan Grup Social Media lainnya.

Dan yang saya Rindukan seorang manusia yang terpendam jauh dilubuk hati saya beserta sahabat-sahabat Putih Abu saya, D'ZABUS, TiMiTeBu, X4-STRONGHOLD, EKS-KUADRAT, VEGASUS dan SMANC1S 6ENERATION. Terima kasih untuk 3 tahunnya, terima kasih untuk kenangannya, konfliknya, dan pelajaran serta Rasa Rindu yang amat saya nikmati ini.

Hadirin sekalian, hari ini, dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, dipenghujung senja, dibeberapa jam terakhir dibulan Suci Ramadhan Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk merasakan dan menikmati indahnya dunia yang fana ini.

Sholawat serta salam pun tercurah ke Baginda Kita semua Rasulallah SAW.

Dalam kesempatan yang membahagiakan ini, izinkan saya untuk menyampaikan beberapa hal. Yang pertama yakni mengenai PROPAGANDA SASTRA saya setelah bulan Suci Ramadhan, yakni sebagai berikut :

1. Mereformasi Hati
2. Membuat Catatan Islami, pemberi motivasi diri, dan
3. Menyelenggarakan 1st ANNUAL STRONGHOLD FACEBOOK AWARD 2014

Oleh karena Propaganda diatas, maka saya memohon izin dan do'a restu dari rekan-rekan Facebookers semua, agar rencana saya sesuai dan bisa terselenggara tepat pada waktunya.

Dalam Rangka Mereformasi Hati (Dipoin Pertama) saya membuat 3 Agenda Khusus untuk mewujudkan hal ini yang saya sebut dengan 'TRIAS of EID MUBARAK' yakni sebagai berikut :

1. Atas nama Presiden Sastra Indonesia saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah,
2. Menuntut dibebaskannya dan dimaafkannya segala kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja, dan
3. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan Batin.

Semoga dengan Lahirnya Agenda 'TRIAS of EID MUBARAK' diatas dapat menciptakan Manusia Indonesia Baru yang lebih baik lagi serta tidak GALAU, FRONTAL dan saling MEMBULI lagi satu sama lain.

Semoga momen satu syawal kali ini akan mengantarkan kita ke pintu kesuksesan dan meraih kesucian hati dengan terus berlanjut ke bulan-bulan yang lainnya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Aamiin Ya Rabbal Alamin.





Astra Field, Minggu, 27 Juli 2014

ARI RAMDHANI KOSWARA
PRESIDEN SASTRA INDONESIA

Jumat, 27 Juni 2014

Pesan untuk Tuan Calon Presiden


Yang Mulia Tuan Calon Presiden, kami disini hanyalah serumpun ilalang yang tumbuh disudut dusun dusun kecil disela percik air bening yang mengalir. Kau nampak berdiri dipuncak bukit mencakar langit. Gemuruh suaramu memecah keheningan pagi. Menebar nyanyian surga ke segala penjuru. Sekedar memikat hati belalang dan kupu-kupu.

Nada bicaramu seperti layang-layang. Melayang-layang dan tak membumi. Sedangkan kami adalah rumput ilalang, yang tak pernah tersentuh sama sekali. Sekian lama kami terjebak dalam kemiskinan. Musim berganti namun tak membawa arti. Bergelut dengan penderitaan dan kepedihan adalah santapan kami sejak pagi hingga petang hari. Mengais sebutir nasi dalam lapar dan dahaga, sudah biasa dan menjadi cerita sejak lama.

Pucuk pucuk daun tak lagi mampu bertunas. Mengering diterpa angin dan kemudian kandas. Batin kami ingin menjerit namun tak mampu terucap dari bibir kami yang terikat. Terbuai mimpi dalam tidur lelap, sampai kapankah kisah ini akan terus kami dendangkan? Sedangkan masih tergiang suaramu yang lantang. Laksana merindu setitik air hujan ditengah musim kemarau yang panjang.

Tuan Calon Presiden yang kami banggakan, bukan untuk sebongkah emas dan berlian, cukuplah bagi kami melihat anak-anak angsa tersenyum riang bermain bersama dihalaman, seperti mereka yang tinggal di singgasana kota. Tengoklah sebentar sawah ladang kami yang gersang. Peluklah kami yang menggigil dicekam kesulitan? Apakah ini memang sudah suratan takdir? Bahwa kami harus terus berada dititik nadir. Lihatlah diatas kasur papan di bilik belakang, anak-anak kami terkulai lemah, merintih pedih minta makan, disudut matanya menyimpan tangis, wajahnya sayu menahan perih. Nyanyian surgawi yang kau lantunkan hanyalah hiburan dibawah bulan purnama mengantarkan kami ke peraduan.

Esok pagi tiada lagi yang tersisa. Ayam jantan berkokok sebagai tanda bahwa hari telah menjelang pagi, malam panjang terlewat begitu saja. Kami terjaga dan tersadar dari mimpi, masih adakah pintu harapan yang terbuka? Untuk kami menyambut masa yang berbeda, tinggalkan jejak langkah yang telah lalu menuju gerbang kehidupan yang baru. Bila masih ada kesempatan untuk bicara izinkanlah kami menitipkan secarik pesan..

"Bolehlah kiranya tuan melesat terbang ke angkasa namun janganlah lupa mengajak kami turut serta"



Salam hangat,

Dari Seorang Pemuda di Negeri ini

Rabu, 14 Mei 2014

TIGA BELAS MANIS


Untuk seseorang yang pernah begitu kupahami.

Aku menuliskan catatan ini dari desakan beberapa rasa yang tiba-tiba menyenggol ruang kerja kepala. Atau sebut saja aku terlalu malu untuk memberitahumu, bahwa aku rindu. Iya aku rindu kau yang dulu.

Ingatkah engkau? Entah berapa juta detik yang lalu, mata kita pernah beradu, kau terisak dihadapanku. Ingin sekali aku berusaha menegarkanmu, karena ini adalah ulahku. Kita saling merekam setiap gambar dalam retina kita. Lalu kau melontarkan beberapa desibel suara yang mengisi gendang telingaku hingga menyentuh kokleaku dan terekam sempurna dalam otakku.


Danar - Asti - Bastian - Ari - Dede - Chicy

Jarak memang pendesak. Hingga aku alami irama sesak. Itu pertanda bahwa rindu sudah beranak-pinak dan kali ini aku mempersilakan aksaraku untuk berbisik pelan lewat matamu.

Jarak kita memang tak terlalu jauh. Bisa aku tempuh hanya dengan menapakkan langkah kakiku, tapi aku terlalu malu untuk melakukan semua itu. Aku takut menyakiti dia. Sahabatku yang juga mencintaimu. Aku menyayangi kalian berdua. Sahabatku dan orang yang telah mengisi hatiku.

"Aku merindukanmu"

Selain jarak, bukankah kepastian juga tak pernah berpihak? Iya?


Fajrin - Fikri - Lisna - Ira - Firman - Irman

Aku hanya menunggu, karena aku adalah penunggu. Tuhan telah memberikan aku kesabaran yang lebih untuk menunggu. Sekali lagi aku hanya menunggu. Menunggu hadiah dari Tuhan, kalau-kalau bisa sesekali dipertemukan. Anytime. Anywhere. Aku hanya menunggu hari dari Tuhan, kalau-kalau hadirmu bisa ku temukan disepinya hariku. Aku hanya menunggu sebuah keajaiban, bahwa Tuhan setuju untuk mempertemukan kita. Untuk sekedar melepas rindu. Itu saja. Apa itu doa yang terlalu tinggi? Apa aku sudah melayang jauh berpuluh senti dari tanah tempatku berpijak?

Aku hanya ingin mengingatkanmu. Empat hari lagi "TIGA BELAS MANIS" itu akan tiba."TIGA BELAS MANIS" dimana kita akan bertemu dalam suatu opera kolosal. Itu akan menjadi momen pertemuan yang berharga bagiku. Itu sangat sakral bagiku. Semoga kau telah mempersiapkan itu. Semoga.


Tia - Marsel - Ucup - Zul - Nopri - Adit

Oh ya! Nanti disana kamu akan melihat betapa aku sangat merindukanmu. Dihari itu lihatlah juga dua sosok pria dihadapanmu. Ada aku dan dia, Sahabatku. Kami, dua orang yang sama-sama mencintaimu dan sepakat menginginkanmu bahagia. Itu saja. Semoga kamu ingat ucapanku ini.


Sadewo - Sarrah - Rizky - Rina - Sahrul - Riri

Ada banyak cara yang sudah kita tempuh untuk memperbaiki kondisi ini. Kita pun sudah sering mendengar dan melihatnya. Tapi, entah kenapa bukan itu yang berada diprioritas inginku. Sekarang, aku hanya ingin sesederhana kamu ada. Aku ingin ketiadaanku tidak menjadi sebuah kesamar-samaran yang terciptakan di "TIGA BELAS MANIS" nanti. Aku hanya ingin "TIGA BELAS MANIS" yang bergulir sederhana dan bisa mendesirkan debar-debar dalam dada karena kamu ada untuk mematrikan momen dalam prasasti hati yang akan aku kenang hingga mati nanti.


Sopian - Doni - Whinda - Suci - Yuli - Umar

Dihari itu, saat aku membuka pintu rumahku. Aku sungguh tak memerlukan paket kejutan yang dilakukan beberapa perempuan untuk membuat laki-lakinya bahagia. Aku hanya ingin ada langkah kakimu yang sama-sama sejalan denganku. Menuju Teater "TIGA BELAS MANIS" kita.

Boleh?

Dipagi yang mengigil karena rindu..